Sabtu, 21 Maret 2015

TRY OUT SMAN 4 Kendari

Pada tanggal 16-18 Februari 2015 SMAN 4 Kendari mengadakan try out pertama guna mempersiapkan siswa/siswi untuk menghadapi Ujian Nasional. Ketua Panitia Try Out tahun  ini adalah Bapak Hartono, S.Pd.

Terdapat 416 peserta yang mengikuti Try Out tahun ini. Ruangan yang digunakan untuk melaksanakan Try Out sebanyak 22 ruangan, terdiri dari 18 ruang IPA dan 4 ruang IPS, yang disetiap ruangannya menampung 20 siswa. Paket soal yang disediakan ada 5, yakni paket 1, 2, 3, 4 dan 5.

            Tujuan diadakan try out ini sebagai latihan untuk menghadapi soal-soal ujian nasional, dengan adanya try out ini siswa/siswi kelas XII menjadi terbiasa dalam  menyelesaikan soal-soal yang bertaraf UN. Try Out kali ini sudah dipersiapkan dengan sangat matang dengan adanya pengadaan pengayaan untuk siswa/siswi kelas XII agar mengingat kembali pelajaran kelas X dan XI kembali. Harapan sekolah dengan diadakannny try out ini agar siswa/siswi kelas XII menjadi terbiasa dalam menyelesaikan soal dan  bisa mndapatkan nilai yg lebih baik dalam UN nantinya.


            Siswa/siswi yangg mengikuti ujian try out ini, sekalipun ini hanya uji coba tetapi peserta try out mengikutinya dengan serius dalam menjalaninya. Pesan terhadap siswa yang menjalani try out ini yaitu agar mengerjakan soal try out dengan jujur.










Suasana TRY OUT 2015

Kegiatan Donor Darah SMAN 4 Kendari

            PMR melaksanakan kegiatan pertama mereka yaitu Donor Darah yang diadakan pada Sabtu 14 Februari 2015. Dalam kegiatan kali ini, Andreza Ragil Juliandra bertindak sebagai ketua panitia kegiatan Donor Darah. Kegiatan Donor Darah ini berlangsung dari 08.30 pagi sampai selesai. Unit Transfusi Darah (UTD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kendari ikut serta dalam menyemarakkan kegiatan Donor Darah.




  
Kegiatan Donor Darah kali ini mengangkat tema “SETETES DARAH MEMERAHKAN INDONESIA”. Tema tersebut dimaksudkan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya setetes darah bagi saudara kita di seluruh Nusantara yang sangat membutuhkannya.



 Dalam kegiatan tersebut, PMR berhasil mengumpulkan Kantong Darah sebanyak 105 kantong yamg berasal dari partisipasi guru SMAN 4 Kendari, alumni SMAN 4 Kendari, siswa kelas XII, serta anggota Komandan Batalion 725 dan masyarakat Kota Kendari lainnya yang diakumulasikan secara keseluruhan sebanyak 104 orang. Kantong darah yang terkumpul tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya yang mengumpulkan 101 kantong darah.










Kegiatan ini berlangsung meriah dengan  penampilan Accoustic dari SASE SMARTER dan pengundian doorprize.






Selasa, 17 Maret 2015

KARYA SISWA

BANJIR
( Widi Hariyani Hamsah (XI MIA 2) )

Ketika bumi berguncang
Tetesan air mata berjatuhan
Terasa ingin kembali ke masa lalu
Ingin mengubah semuanya
Manusia yang tidak cinta alam

Kini banjir telah terjadi
Banjir telah menenggelamkan segalanya
Memporak porandakan yang terlihat
Meluluh lantahkan yang ada
Harta benda berlimpah semua sia-sia seakan tiada guna

Bahkan nyawa manusia seakan tak berharga
Orang-orang bertahan dalam getir
Tanpa ada satu pun yang tersisa
Hanya karena kemalasan
Kemalasan untuk menjaga lingkungan
Sampah bertumpuk dimana-mana
Batang pohon yang selalu di tebang
Yang ingin Dimiliki manusia
Kini menuai bencana
Bancana yang tak pernah mereka duga

Hutan serta sungai yang telah diciptakan Tuhan
Kini Tuhan Murka
Tuhan kini memberikan pembalasanNya
Tiada dapat yang menghentikannya
Orang-orang pintar tak dapat menolong ibu kota
Jabatan tinggi tiada menyelamatkannya
Hanya iman pada Tuhan saja yang tiada sisa


*FRASA SMAN 4 KENDARI

Rabu, 11 Maret 2015

KARYA SISWA



LANGIT TANPA BINTANG
Anna Febriana (X BAYA)

Malam ini aku termenung
Melihat langit tanpa bintang
Melihat langit tanpa bulan
Aku merasa ada yg hilang
Aku tak tahu apa itu….
Perasaan ini mucul dengan sendirinya
Sama seperti dahulu aku kehilangan seseorang
Perasaan itu sama
Terasa amat hampa




*FRASA SMAN 4 KENDARI

KARYA SISWA


CERPEN
Karya : Widy Hariyani Hamsa (XI MIA 2)

“Dua Januari”
Kulalui bibir pantai yang terhampar manis bersama pasir putih nan indah. Tiupan angin laut yang menembus ke lapisan kulit tubuhku, di temani oleh birunya langit dan awan-awan yang saling berkejaran memutari bumi.
Di kesendirianku berjalan di tengah lamunan, Aku teringat dengan kisah 11 bulan yang lalu, dimana Aku di pertemukan dengan seorang gadis yang kini menjadi sahabat ku. Waktu itu Aku  sedang menikmati  libur tahun baru sekaligus liburan semester bersama keluargaku di salah satu taman bermain di ibu kota Jakarta.
“Mba pesan burger special satu, mayonaisnya jangan terlalu banyak ya” ujarku bersamaan dengan seorang gadis yang berdiri di sampingku, rambut panjang dan wajahnya cantik , tapi lebih cantikan Aku, hehe.
“ Mau minuman apa dek ?” Tanya pelayan restoran itu
“ Mocha float ” ujar kami kompak
Kami pun saling melihat dan tertawa
“kok sama ya “ tanyaku pada gadis tersebut sambil tersenyum
“haha iyaa, kebetulan aja  kali “ jawabnya dengan balasan senyum sambil tertawa kecil
“ Nama kamu siapa ?” tanyaku
“ Adel . Kamu ?” jawabnya dengan suara yang sangat lembut
  Nama yang sangat indah. Namaku Viola, salam kenal yaa! Nggak asyik gobrol berdiri seperti ini, kita duduk disana yuk sambil tunggu pesanan” ujar ku
            Setelah ngobrol-ngobrol ternyata tanggal lahir kami berdua sama dan juga rumahku dan rumah Adel dibatasi hanya 3 rumah. Dia baru pindah dari Kalimantan, pantas saja Aku baru melihat wajahnya. Ternyata dia juga murid baru di sekolah ku, ayahnya telah mengurus semua adiministrasi untuk masuk sekolah. Kemungkinan besok dia bisa masuk sekolah bersamaan dengan awal masuk kelas XI di semester 2.
            Tak menyangka Adel masuk di kelasku, kebetulan pada saat itu belum ada yang duduk di samping bangkuku. Aku memberi kode kepada Adel agar dia duduk disampingku. Aku sangat senang bisa satu kelas dengan Adel, menurutku dia bisa di jadikan sahabat. Selama dua hari ini Aku mengenal Adel, ia selalu terlihat ceria dan tersenyum, tak ada raut wajah sedih terukir di wajahnya.
“Teeeeeeeeeeeng teeeeeeeeeeng”
Bel tanda istirahat telah berbunyi
“Waktunya istirahat, kita ke kantin yuk pasti kamu lapar kan” ajakku kepada Adel
“ Makasih Vio, Aku bawa bekal” jawab Adel lembut
“oh iya, sama dong, kalau gitu kita makan ditaman aja. Sambil keliling sekolah, kamukan ,murid baru” ajakku lagi
“ iya vio” sahutnya
Di taman kami makan sambil ngobrol, Aku melihat makanan Adel hanya sayur-sayuran. Padahal badan Adel terlihat ideal tapi kok dia makannya hanya sayuran doang. Kata Adel dia sukanya makan salad, salad bisa membuatnya kenyang. Kalau Aku sih nggak bisa makan kalau hanya sayur doang.
“ del kayaknya kamu teman yang baik , Aku cocok dengan mu” kataku padanya
“ kamu ada-ada aja deh, masa sih” balasnya
“ mau nggak kamu jadi sahabat Aku untuk selamanya?” tanyaku pada Adel
“ nggak deh, kamu bukan teman yang baik” jawab Adel
“kok gitu sih del” ujarku dengan wajah yang sedih
“ hehe aku hanya bercanda Vio, kamu itu teman yang baik. Aku mau kok jadi sahabat kamu untuk selamanya” kata Adel tersenyum
Akhirnya kami pun resmi bersahabat pada tanggal 2 januari, kami berharap persahabatan ini sampai akhir hayat kami.
Adel adalah sahabat yang baik, dia selalu menyemangatiku di saat aku susah. Terlebih sewaktu penyakitku kambuh yaitu mag kronis. Aku memang telah mengidap penyakit ini sewaktu Aku menginjak kelas 2 SMP. Adel selalu mengingatkanku waktu makan bahkan dia sering membawakan makanan kerumahku agar mau makan.
Waktu itu Adel bermain kerumahku, Aku bercerita dengannya tentang kehidupanku mulai dari cerita kisah percintaanku sampai cerita yang mengharukan tentang penyakitku. Aku bahkan tak memberikan dia waktu untuk bercerita. Setelah Aku bercerita dia selalu memotivasiku agar selalu semangat dan nggak boleh terlihat lemah. Karena masih banyak orang yang penyakitnya lebih parah di luar sana. Adel selalu membuat semangatku membara untuk melawan penyakitku ini. Terkadang Aku iri melihat Adel yang begitu sempurna tanpa ada penyakit yang ada dalam dirinya. Dia begitu cantik dan selalu dibaluti keceriaan dalam hari-harinya. Tetapi rasa iri itu tidak mebuahkan dendam tetapi mebuahkan semangat untukku.
Apabila ada tugas atau mau ulangan Aku selalu ke rumah Adel untuk belajar bersama dan berbagi ilmu. Pada waktu itu Aku belum mengerjakan tugas sekolahku dan besok harus dikumpul, Aku tidak mengerjakan karena kesibukanku. Aku sontak panik dan tidak tahu harus bagaimana. Sore itu Adel datang kerumah untuk membantuku dalam mengerjakan tugas, mulai dari terbenamnya matahari dan selesai sewaktu ayam berkokok. Entah apa yang harus Aku lakukan untuk membalas jasa-jasa Adel padaku.
Sewaktu Adel bersisir di kamarku Aku melihat sisir di penuhi dengan rambut.
“ del rambut kamu rontok ya ?” tanyaku heran pada Adel
“iya vio” jawabanya dengan wajah yang penuh tanda tanya
“ kok banyak gini, emang kamu sakit ya del?” tanyaku lagi dengan penuh penasaran
“ nggak kok vio, Aku mungkin nggak cocok shampoo” jawabnyaa.
Aku pun legah mendengarnya , Aku kira dia sedang mengidap penyakit.
Pada waktu itu, Aku mendengar Super Junior akan mengadakan konser di Indonesia pada tanggal 2 juli. Kebetulan Aku dan Adel adalah penggemar SUJU yang biasa di sebut dengan Elf dan tanggalnya tepat di mana hari persahabatan kami berusia 6 bulan. Aku segera mengabari Adel tetang kabar gembira ini.
“Adel ada kabar gembira untuk kita berdua” kataku pada Adel dengan nada yang berbeda
“ mastin hadir kini ada ekstraknya, hahaha” balas Adel
“ ah kamu ini , itu del SUJU mau ngadain konser di Indonesia” ujarku
“ haa? vio kamu nggak bercanda kan ?” Tanya Adel dengan wajah berseri-seri
“ yaiyalah del masa Aku bohongin kamu sih” jawabku agak lebay
“ nggak sabar mau ketemu Yesung Oppa, udah setahun Aku nggak ketemu dengannya, pasti dia meresa kesepian karena Aku tinggalin dia sendiri” gumam Adel yang sedang ngehayal
“ kepedean amat sih kamu del, Yesung tau kamu hidup aja, nggak . haha” candaku
“vio kita pesan tiketnya cepat sebelum tiketnya habis terjual” kata Adel
“emang kamu di izinin untuk nonton del ? kayaknya nggak deh” kataku kepada Adel
“ kalau tiketnya beli pakai uang kita sendiri, Aku yakin dibolehin lah kalau masalah lain nanti kita susun strategi” jelas Adel
Akhirnya kami pun membeli tiket konser SUJU menggunakan uang tabungan kami. Setelah itu kami menyusun rencana agar bisa keluar rumah dan bisa nonton bersama. Tetapi di waktu kami mau menjalankan rencana, Aku malah nggak ngikutin rencana yang siang itu kami susun, akhirnya kami nggak bisa nonton bareng. Aku dan Adel terpisah di tempat konser.
Keesokan harinya Aku takut bertemu dengan Adel, Aku takut dia marah padaku karena kejadian semalam. Apalagi malam itu adalah hari persahabatan kami. Ternyata dugaanku salah, Adel nggak marah padaku, tidak ada raut kecewaan yang tampak di wajah Adel. Malah dia berkata tidak apa-apa kita nggak bisa nonton bareng, nanti kita cari tempat konser SUJU berikutnya setelah semester, walaupun itu di luar daerah kan kita sudah libur jadi bisalah. Aku sangat bahagia punya sahabat seperti Adel yang bisa mengerti perasaanku.
            Setelah selesai semesteran, Adel tiba-tiba menjahuiku entah apa sebabnya. Dia nggak pernah lagi datang kerumahku. Aku hubungi nomornya tidak aktif. Bahkan Aku kerumahnya sudah sepi banget, seperti nggak berpenghuni. Masa sih Adel setega itu padaku, padahal dia masih ada janji yang belum ia tepati. Adel yang Aku kenal nggak begitu, pasti ada sesuatu yang ia sebunyikan dariku.
Beberapa minggu terlewatkan tanpa ada kabar dari Adel. Rumahnya masih terlihat sepi tanpa berpenghuni. Aku hanya bisa menangis dan menunggu di depan rumahku. Entah sampai kapan penantian ini akan berakhir.
Itulah kejadian 11 bulan terakhir ini, sampai sekarang Aku belum mendapat kabar tentang Adel. Hari ini tanggal 2 desember, itu berarti persahabatan kami telah menginjak 11 bulan tetapi apa daya Aku nggak tau di mana Adel sekarang. Kesedihan masih selalu menyelimuti hari-hariku sudah 1 bulan Adel tidak ada kabar.
Hari ini tanggal 2 januari, tepat hari dimana persabatanku dengan Adel sudah menginjak 1 tahun lamanya. Aku berharap bisa di pertemukan dengan Adel pada hari ini.
Aku membuka jendela kamarku, terdengar suara burung sedang asyik bernyanyi di luar jendela itu yang berpapasan dengan tanam di bagian rumahku. Udara masih sangat sejuk , mentari yang menyambut hariku dengan ceria, tetapi itu semua bertolak dengan perasaanku saat ini.
Terdengar di luar rumahku sedang ramai, tumben pagi-pagi buta kayak gini kompleksku sudah ramai , tak biasanya. Akupun segera keluar, berharap keributan itu karena kedatangan Adel. Setelah ku berjalan meyusuri keramaian itu, semakin ku berjalan mendekati rumah Adel tampaknya semakin ramai, terlihat seorang pria yang ku kenal sedang berdiri di depan pagar. Ternyata dia adalah kak Rendy, saudara Adel yang paling akrab dengan ku. Aku menghampiri kak Rendy dan bertanya kepadanya ada apa ini, dimana Adel, kenapa dia nggak pernah menghubungiku, mengapa dia cuek denganku. Mendengar pertanyaanku itu kak Rendy langsung memelukku.
“ sabar Vio” kata Kak Rendy padaku dengan wajahnya yang tengah berlinang air mata
Aku sontak kaget dengan perilaku kak Rendy denganku
“ apa maksud dari semua ini kak? Mana Adel kak, mana?” kataku bersamaan mengalirnya sungai kecil di pipiku
“ini surat dari Adel, mungkin ini semua bisa menjawab semua pertanyaanmu”
kak rendy memberikanku sebuah surat dan Aku segera membuka surat tersebut

To: Viola sahabatku
 Viola sahabatku maaf selama ini Aku punya banyak salah sama kamu
 Aku minta maaf telah menjahui mu akhir-akhir ini,
Aku minta maaf karena tak pernah menghubungimu,
Aku minta maaf karena Aku belum menepati janjiku padamu,
Aku minta maaf nggak bisa ada di saat umur persahabatan kita menginjak 11 bulan dan esok adalah hari dimana persahabatan kita mencapai usia setahun lamanya.
Aku menderita kanker Vio
Aku tidak bermaksud untuk nyembunyiin penyakitku ini darimu, tetapi aku tidak mau kamu kasian dengan ku
Aku sangat bahagia bisa bersahabat denganmu, bisa menghabiskan hari –hari terakhirku bersamamu.
Aku berharap kamu memaafkanku
Happy anniversary sahabatku
Selalu semangat ya Viola,
 Aku hanya ingin kamu selalu tersenyum terkhusus dalam menghadapi penyakitmu
J SELAMAT TANGGAL DUA JANUARI  VIOLA SAHABATKU J
By: Adel                    

        Setelah membaca surat itu aliran sungai kecil yang ada di pipiku mengalir dengan deras, badanku terasa lemas dan tak bertenaga.
“ Adel melarang kami menceritakan tentang penyakitnya ke siapapun terutama kamu Vio, dia nggak mau kamu khwatir dengannya. Adel memang anak yang kuat dan penyabar walaupun dia berpenyakitan tapi dia tidak ingin memperlihatkan kepada orang lain, dia tidak ingin dianggap lemah.” Jelas kak Rendy padaku
“ dimana jasad Adel kak?” tanyaku
“ ada di dalam” jawab kak Rendy
         Aku masuk kedalam, aku merasa ada udara dan suasana yang berbeda, langkahku makin pelan, kedua kaki ini tak sanggup lagi melangkah. Sampai aku terhenti ketika melihat ada sosok gadis yang sangat aku rindukan terbaring degan wajah yang sangat pucat pasih, kedua matanya tertutup dan masih terukir senyuman manis di bibirnya.
“ Aku tidak boleh menangis di depan Adel, aku harus kuat seperti Adel. “ batinku
 “ Viola maafkan kesalahan Adel ya nak,” kata ibu Adel sambil memelukku
“ Iya tante , pasti aku memaafkannya” ujarku
        Setahun yang lalu tanggal 2 januari adalah hari dimana Aku di pertemukan dengan seorang gadis bidadari senja yang sangat kuat dalam menjalani hidupnya. Dan hari ini tanggal 2 januari  Aku di pisahkan dengan bidadari senja tersebut yang datang menghapiri hidupku selama setahun lamanya. Kenangan dan memoriku bersamanya takkan pernah terhapus dan kulupakan.
        Selamat tinggal bidadari senjaku tenanglah disana. Berbahagialah bersama dengan bidadari surga yang akan menemani tidur panjangmu.


~THE END~





*FRASA SMAN 4 KENDARI